Teori-Teori Etika Lengkap dengan Penjelasannya (2022)

Teori-Teori Etika Lengkap dengan Penjelasannya

A. Etika Absolut dan Etika Relatif

Sampai sekarang masih menjadi perdebatan antara para ahli apakah etika bersifat absolut atau relatif. Etika absolut dengan berbagai argumentasi yang masuk akal meyakini bahwa ada prinsip-prinsip etika yang bersifat mutlak, berlaku secara umum di manapun dan kapanpun. Sementara itu, etika relatif dengan berbagai argumentasinya, mereka justru mengatakan bahwa tidak ada prinsip atau nilai moral yang berlaku umum. Prinsip atau nilai moral yang ada dalam masyarakat berbeda-beda untuk masyarakat yang berbeda dan untuk situasi yang berbeda juga.

Diantara tokoh-tokoh berpengaruh yang mendukung paham etika relatif adalah Joseph Fletcher (dalam Suseno, 2006), yang terkenal dengan teori etika situasionalnya. Ia menolak adanya norma-norma moral umum karena kewajiban moral selalu bergantung pada situasi konkret, dan situasi ini dalam keseharian tidak pernah sama.

Sedangkan tokoh yang berpengaruh dan mendukung etika absolut antara lain Immanuel kant dan James Rachel, mereka mengatakan bahwa ada pokok teoritis yang umum dimana ada aturan-aturan moral tertentu yang dianut secara bersama oleh semua masyarakat karena aturan-aturan itu penting untuk kelangsungan masyarakat.

Baca juga:Etika Bisnis dalam Perusahaan Unilever dan dari Perspektif Islam

B. Perkembangan perilaku moral

Dalam ilmu psikologi, banyak sekali dibahas teori perkembangan moral, teori yang dikemukakan oleh kolhberg (dalam Atkinson,1996) salah satu teori yang sangat berpengaruh, teori ini mengemukakan tiga tahap perkembangan moral dihubungkan dengan pertumbuhan (usia) anak, dari masing-masing tahap dibagi lagi menjadi dua subtahap sehingga secara keseluruhan ada enam Tahap perkembangan. Sebelum itu ada beberapa konsep yang berkaitan dengan perkembangan moral ini. Beberapa konsep itu yaitu perilaku moral (moral behavior) dan perilaku tidak bermoral (immoral behavior), perilaku di luar kesadaran moral (immoral behavior) Dan perkembangan moral (moral development).

Perilaku moral mengikuti kode moral kelompok masyarakat tertentu, moral disini berarti adat kebiasaan atau tradisi. Perilaku tidak bermoral berarti perilaku yang gagal mematuhi harapan kelompok sosial tersebut. Ketidakpatuhan ini disebabkan oleh ketidaksetujuan terhadap harapan kelompok sosial tersebut, atau karena kurang merasa wajib untuk mematuhinya. Perilaku diluar kesadaran moral adalah perilaku yang menyimpang dari harapan kelompok sosial yang lebih disebabkan oleh ketidakmampuan yang bersangkutan dalam memahami harapan kelompok sosial. Perkembangan moral ada hubungannya dengan tahap-tahap perkembangan intelektual seseorang, di asumsikan jika kemampuan pemahaman seseorang anak meningkat, maka tahap perkembangan moral anak tersebut juga meningkat.

Kolhberg menyimpulkan ada hubungan antara pertambahan umur dengan tingkat perkembangan moral seseorang. Pada usia dini kesadaran moral seseorang belum berkembang dengan baik sehingga cenderung Atas kepentingan diri. Semakin bertambah usia seseorang, diharapkan akan meningkat juga kesadaran moralnya. Namun dalam kenyataannya baik di Indonesia maupun di belahan dunia lain dimana pertambahan usia seseorang tidak serta-merta diikuti oleh pertumbuhan tingkat kesadaran moralnya, seperti korupsi dan memanipulasi yang banyak dilakukan oleh golongan tua.

Tingkat 1 (preconventional) Usia < 10 tahun

Sublevel

(Video) Menelisik Teori-teori Etika l Dr.H. Muhammad Taufik l Tadarus Filsafat

1. Orientasi pada hukuman

2. Orientasi pada hadiah

Ciri menonjol

1.Mematuhi peraturan untuk menghindari hukuman

2.menyesuaikan diri untuk memperoleh hadiah/pujian

Tingkat 2 (conventional) Usia 10-13 tahun

Sub level

3. Orientasi anak baik

4. Orientasi otoritas

Ciri menonjol

3.Menyesuaikan diri untuk menghindari celaan orang lain 4.Mematuhi hukuman dan peraturan untuk mengindari kecaman dari otoritas dan perasaan bersalah

Tingkat 4 (postconventional) Usia > 13 tahun

Sublevel

5. Orientasi kontrak sosial

6. Orientasi prinsip etika

Ciri menonjol

5.Tindakan atas dasar yang disepakati bersama masyarakat demi kehormatan diri

(Video) Teori Etika Bisnis 1

6.Tindakan atas dasar prinsip etika yang diyakini untuk menghindari penghukuman diri

C. Beberapa Teori Etika

Teori adalah pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan (suriasumawatri), fungsi Teori dan ilmu pengetahuan adalah untuk menjelaskan, meramalkan dan mengkontrol. Etika sebagai disiplin ilmu berhubungan dengan kajian secara kritis tentang adat kebiasaan, nilai-nilai dan norma-norma perilaku manusia yang dianggap baik atau tidak baik.

Egoisme

Rachel (2004) memperkenalkan dua konsep yang berhubungan dengan egoisme, yaitu egoisme psikologi dan egoisme etis. Egoisme psikologi adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri, dalam teori ini orang boleh saja yakni bahwa ada tindakan mereka yang bersifat luhur dan suka berkorban, namun semua tindakan yang terkesan luhur dan/atau tindakan yang suka berkorban tersebut hanyalah ilusi. Jadi menurut teori ini, tidak ada tindakan yang sesungguhnya bersifat altruisme. Altruisme adalah suatu tindakan yang peduli pada orang lain atau mengutamakan kepentingan orang lain dengan mengorbankan kepentingan dirinya. Sedangkan paham egoisme etis adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri, jadi yang membedakan tindakan berkutat diri dengan tindakan untuk kepentingan diri adalah pada akibatnya terhadap orang lain.

Tindakan berkutat diri ditandai dengan ciri mengabaikan atau merugikan kepentingan orang lain, sedangkan tindakan mementingkan tidak selalu merugikan kepentingan orang lain. Dengan perbedaan pemahaman diatas, jelas bahwa paham egoisme psikologi dilandasi oleh ketamakan sehingga tidak dapat dikatakan tindakan tersebut bersifat etis.

Berikut pokok-pokok pandangan egoisme etis oleh (Rachel,2004)

  • Egoisme etis tidak mengatakan bahwa orang harus membela kepentingannya sendiri maupun kepentingan orang lain
  • Egoisme etis hanya berkeyakinan bahwa satu-satunya tugas adalah membela kepentingan diri, tetapi egoisme tidak mengatakan bahwa anda harus menghindari tindakan menolong orang lain.
  • Menurut teori ini, tindakan menolong orang lain dianggap sebagai tindakan untuk menolong diri sendiri, karena menolong orang lain juga dalam rangka memenuhi kepentingan diri.
  • Kalau ada tindakan yang menguntungkan orang lain, maka keuntungan bagi orang lain ini bukanlah alasan yang membuat tindakan itu benar, yang membuat tindakan itu benar jika tindakan itu menguntungkan diri sendiri.

Alasan yang mendukung teori egoisme etis antara lain:

  • Argumen bahwa altruisme adalah tindakan menghancurkan diri sendiri, tindakan peduli dan cinta kasih merupakan gangguan dan merendahkan martabat serta kehormatan orang tersebut.
  • Pandangan tentang kepentingan diri adalah pandang yang sesuai dengan moralitas akal sehat, dan pada akhirnya tindakan dapat dijelaskan dari prinsip fundamental kepentingan diri.

Alasan menentang teori egoisme etis antara lain:

  • Egoisme etis tidak mampu memecahkan konflik-konflik kepentingan.
  • Egoisme etis bersifat sewenang-wenang.

Munculnya paham egoisme etis memberikan landasan munculnya paham ekonomi kapitalis dalam ilmu ekonomi yang dipelopori oleh Adam Smith.

Utilitarisme

Teori ini dipelopori oleh David june (1711-1776), dan dikembangkan Jeremy bentham (1748-1832) dan John Stuart Mill (1806-1873). Utilitarianisme berasal dari kata latin utilis, utility (Inggris) yang berarti bermanfaat (bertens, 2000). Menurut teori ini, suatu tindakan dapat dikatakan baik jika membawa manfaat bagi sebanyak mungkin anggota masyarakat. jadi ukuran baik tidaknya dilihat dari akibat, konsekuensi atau tujuan dari tindakan itu (bermanfaat atau tidak). Teori ini juga disebut teologis yang berarti tujuan.

Dari uraian di atas paham utilitarianisme dapat dipahami sebagai berikut:

  • Tindakan harus dinilai benar atau salah hanya dari konsekuensinya (akibat, tujuan, atau hasilnya)
  • Dalam mengukur akibat dari suatu tindakan, satu-satunya adalah jumlah kebahagiaan atau jumlah ketidakbahagiaan.
  • Kesejahteraan setiap orang sama pentingnya.

Beberapa kritik mengenai utilitarianisme Antara lain:

  • Hanya menekankan tujuan/manfaat pada pencapaian kebahagiaan duniawi dan mengabaikan aspek spiritual.
  • Mengorbankan prinsip keadilan dan hak individu (minoritas) demi keuntungan sebagian besar orang (mayoritas).

Deontologi

Deontologi berasal dari kata yunani Deon yang berarti kewajiban (bartender, 2000), teori ini dipelopori oleh Immanuel kant (1724-1804). Berbeda dengan paham sebelumnya menilai etis atau tidaknya suatu tindakan berdasarkan hasil, tujuan atau konsekuensi dari tindakan tersebut, namun dalam deontogi semua itu tidak ada kaitannya sama sekali. Ada dua konsep penting yaitu imperative hypothesis yaitu perintah-perintah yang bersifat khusus yang harus diikuti jika keinginan yang relevan. Selanjutnya Konsep imperative categories adalah kewajiban moral yang mewajibkan kita begitu saja tanpa syarat apapun, kewajiban moral bersifat mutlak tanpa pengecualian apapun dan tanpa dikaitkan dengan keinginan atau tujuan apapun.

(Video) Setidaknya pahami ini tentang teori di skripsi kalian

Kant menganggapn bahwa kewajiban moral harus dilaksanakan demi kewajiban itu sendiri, bukan karena keinginan untuk memperoleh tujuan kebahagiaan, bukan juga karena kewajiban itu diperintahkan oleh tuhan (Allah SWT). Kant membangun teorinya dengan berlandaskan pemikiran rasional dengan asumsi bahwa Karena manusia bermartabat, maka setiap perlakuan Manusia terhadap manusia lainnya harus dilandasi oleh kewajiban moral universal.

Teori Hak

Selain deontologi dan imperative categories, Kant juga memperkenalkan teori hak (right theory). Menurut teori hak, suatu tindakan atau perbuatan dianggap baik bila perbuatan atau tindakan tersebut sesuai dengan hak asasi manusia (HAM). Hak asasi manusia didasarkan atas beberapa sumber otoritas (weiss, 2006), yaitu hak hukum (legal right), hak moral atau kemanusiaan (moral, human right), dan hak kontraktual (contractual right). Hak legal adalah hak yang didasarkan atas sistem/yurisdiksi hukum suatu negara. Hak moral dihubungkan dengan pribadi manusia secara individu atau dalam kelompok (bukan masyarakat luas). Hak kontraktual mengikat individu-individu yang membuat kesepakatan (kontrak) bersama dalam wujud hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Pada tingkat perusahaan, teori HAM ini banyak dirujuk untuk menilai tindakan manajemen terhadap karyawannya, apa karyawan diperlakukan secara manusiawi atau tidak. Pada pemerintahan dan kerjasama antar negara, PBB, para pemerhati HAM dan organisasi-organisasi kemanusiaan seperti Lembaga swadaya masyarakat (LSM), mereka berfungsi sebagai penjaga HAM bagi tindakan setiap pemerintah terhadap warga negaranya.

Teori Keutamaan (virtue theory)

Teori Keutamaan berdasarkan dari manusianya. Teori ini tidak lagi mempertanyakan suatu tindakan, tetapi berangkat dari pertanyaan mengenai sifat-sifat atau karakter yang harus dimiliki oleh seseorang agar bisa disebut sebagai manusia utama, dan sifat-sifat atau karakter yang mencerminkan manusia hina. Karakter (sifat) utama disini berarti disposisi sifat/watak yang telah melekat/dimiliki oleh seseorang dan memungkinkan dia untuk selalu bertingkah laku yang secara moral dinilai baik, sedangkan yang melakukan tingkah laku buruk secara moral disebut Manusia hina.

Teori Etika Teonom

Sebagaimana diakui oleh semua penganut agama di dunia bahwa ada tujuan tertinggi yang ingin dicapai manusia selain tujuan yang bersifat duniawi, yaitu untuk memperoleh kebahagiaan surgawi. Sebenarnya setiap agama mempunyai filsafat etika yang hampir sama. Salah satunya adalah teori etika teonom. Teori teonom dilandasi filsafat Kristen, teori ini mengatakan bahwa karakter moral manusia ditentukan secara hakiki oleh kesesuaian hubungannya dengan kehendak Allah. Perilaku manusia secara moral dianggap baik jika sepadan dengan kehendak Allah, dan perilaku manusia dianggap tidak baik jika tidak mengikuti aturan-aturan dan perintah Allah sebagaimana yang telah diberitahukan dalam kitab suci.

D. ETIKA ABAD KE-20

Arti Kata "BAIK" Menurut George Edward Moore

Moore berpandangan bahwa kata baik tidak dapat didefinisikan, alasannya karena mempunyai sifat primer. Suatu kata tidak dapat didefinisikan jika kata tersebut tidak lagi terdiri atas bagian-bagian sehingga tidak dapat dianalisis. Baik adalah baik, setiap usaha untuk mendefinisikan akan selalu menimbulkan kerancuan.

Tatanan Nilai Max Scheller

Menurut Scheller, ada empat gugus nilai yaitu nilai-nilai sekitar enak dan tidak enak. Nilai-nilai vital, nilai-nilai rohani murni dan nilai-nilai sekitar roh Kudus.

Etika Situasi Joseph Fletcher

Joseph menentang adanya prinsip-prinsip yang bersifat mutlak, ia berpendapat bahwa Setiap kewajiban moral selalu bergantung pada situs konkret. Tanpa adanya perhatian pada tuntunan situasi, hal-hal yang wajib dilakukan tidak dapat diketahui. Itulah sebabnya, moralitas hanya dapat dipahami dalam situasi konkret, padahal situasi konkret tidak selalu sama sehingga etika ini sering juga disebut etika situasi.

Pandangan Penuh Kasih Iris Murdoch

(Video) Etika Bisnis dan Profesi | Teori-teori Etika | Kelompok 3

Teori ini menyatakan bahwa bukan kemampuan otonom yang menciptakan nilai, melainkan kemampuan untuk melihat dengan penuh kasih dan adil. Hanya pandangan yang adil dan penuh kasih yang menghasilkan pengertian yang betul-betul benar.

Pengelolaan kelakuan byrrhus Frederic Skinner

Skinner mengatakan bahwa pendekatan filsafat tradisional dan ilmu manusia tidak memadai sehingga yang diperlukan bukanlah ilmu etika tetapi sebuah kelakuan.

Prinsip Tanggung Jawab Hans Jonas

Jonas menekankan pentingnya dirancang etika baru yang berfokus pada tanggung jawab. Intinya kewajiban manusia untuk bertanggung jawab atas keutuhan kondisi-kondisi kehidupan umat manusia dimasa depan.

Kegagalan Etika Pencerahan Alastair Maclntyre

Dengan membuang tujuan hakiki umat manusia dari ilmu etika, maka etika menjadi tidak rasional lagi. Oleh karena itu, Maclntyre menganjurkan agar etika kembali pada paham teologis tentang manusia.

E. Tantangan etika kedepan sebagai ilmu

Ilmu etika kedepan hendaknya didasarkan atas paradigma manusia utuh, yaitu pola pikir yang mengutamakan integrasi dan keseimbangan pada:

  • Pertumbuhan PQ, IQ, EQ dan SQ
  • kepentingan individu, kepentingan masyarakat dan kepentingan tuhan
  • Keseimbangan tujuan lahiriah (duniawi) dengan tujuan rohaniah (spritual)

Namun dalam upaya mengejar tujuan hidup yang bersifat duniawi tersebut jangan sampai melupakan pengembangan kesadaran spiritual. Pada tahap ini diperlukan keseimbangan antara pengembangan aspek fisik, mental dan spiritual.

Inti dari hakikat manusia utuh adalah keseimbangan, yaitu sebagai berikut:

  • Keseimbangan antara hak (teori hak) dan kewajiban (teori deontologi)
  • Keseimbangan tujuan duniawi (teori teleogi) dan rohani (teori teonom)
  • Keseimbangan antara kepentingan individu (teori egoisme) dan kepentingan masyarakat (teori utilitarianisme.
  • Gabungan ketiga butir diatas akan menentukan karakter seseorang (teori Keutamaan)
  • Hidup adalah suatu proses evolusi kesadaran (teori pengembangan moral ). Teori-teori etika yang ada dapat dianalogikan dengan alur proses evolusi kesadaran, yaitu hak (egoisme) > utilitarianisme > kewajiban (deontologi) > teonom > keutamaan (virtue).

F. Etika Dalam Islam

Sangat luas etika itu karena menyangkut berbagai hal dan aspek kehidupan manusia. Bagi yang muslim, keadaan ini sebenarnya sudah maksud sistem alam atau pandangan hidup Islam dimana yang paling penting untuk mengontrol ini semua adalah sesuatu yang ada dalam diri manusia, yaitu hati dan kalbu. Jika kualitas hatinya baik, maka baiklah semuanya, sebaliknya jika kualitas hatinya jelek, maka jeleklah semuanya. Bagi Islam untuk mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk semua ada dalam Alquran dan hadis.

Reference by etika bisnis dalam perspektif islam, Sofyan s. Harahap & etika bisnis dan profesi, Sukrisno agoes & ardana


Images by pixabay

(Video) Kursus Teori Etika dan Moral: Utilitarianisme (Dengan sarikata)

FAQs

Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori etika? ›

Teori etika. Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma.

2 teori etika menggunakan dua pendekatan pendekatan apa yang dimaksud dan berikan penjelasannya? ›

Pertama, teori etika yang berfokus lebih pada hasil daripada prosesnya (Ends Justify the Means). Kedua, teori etika yang berfokus pada proses (Means Justify the Ends). Kedua pendekatan tersebut berfokus pada Doing Manusia, yaitu dalam memecahkan suatu dilema berfokus pada apa yang akan orang lakukan.

Mengapa muncul berbagai teori etika? ›

Berbagai teori etika yang muncul antara lain karena adanya perbedaan prespektif dan penafsiran tentang apa yang menjadi tujuan akhir hidup umat manusia, seperti teori egoisme, utilitarianisme, deontologi, teori hak, teori keutamaan,dan teori etika teonom.

Apa saja teori teori etika dalam masyarakat? ›

Berikut ini merupakan teori-teori etika antara lain:
  • Teori Egoisme. Dalam teori egoisme terdapat dua konsep yaitu egoisme psikologi dan egoisme etis. ...
  • Teori Utilitarianisme. ...
  • Teori Deontologi. ...
  • Teori Hak. ...
  • Teori Keutamaan. ...
  • Teori Etika Teonom.
Feb 25, 2020

Apa inti dari teori deontologi? ›

Keempat adalah, teori deontologi. Teori ini menegaskan baik atau buruknya suatu perilaku itu tidak dinilai berdasarkan dampak yang ditimbulkannya, tetapi kewajiban. Perbuatan tidak pernah menjadi baik karena hasilnya baik, melainkan hanya karena wajib dilakukan.

Apa itu deontologi dan teleologi? ›

Ada dua teori etika yang berkembang yang dijadikan rujukan dalam pelaksanaan etika terapan, yaitu teori deontologi dan teori teleologi. Teori deontologi menilai baik buruknya satu perbuatan berdasarkan tanggungjawab atau kewajiban, sedangkan teleologi menilainya berdasarkan maksud dan tujuannya.

Apa hubungan antara teori deontologi dengan teori hak? ›

Teori deontologi lebih menekankan pentingnya kewajiban setiap orang, sedangkan teori hak lebih menyoroti dari sisi hak setiap orang. Bila seseorang menuntut haknya, berarti orang lain punya kewajiban untuk menghormati hak seseorang tersebut. Teori keutamaan lebih menyoroti karakter manusia daripada moralitas tindakan.

Prinsip prinsip apa saja yang harus diperhatikan dalam etika lingkungan? ›

PEMBAHASAN TENTANG PRINSIP-PRINSIP ETIKA LINGKUNGAN
  • Sikap Hormat terhadap Alam (Respect for Nature) ...
  • Prinsip Tangggung Jawab (Moral Respond For Nature) ...
  • Solidaritas Kosmis (Cosmic Solidarity) ...
  • Prinsip Kasih Sayang dan Kepedulian terhadap Alam (Caring for Nature) ...
  • Prinsip (No Harm)
Dec 5, 2017

Apa yang dimaksud dengan teori etika egoisme? ›

Egoisme etis adalah tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interst). Jadi yang membedakan tindakan berkutat diri (egoisme psikologis) dengan tindakan untuk kepentingan diri (egoisme etis) adalah pada akibatnya terhadap orang lain.

Apa yang dimaksud dengan teori utilitarianisme? ›

Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan teori keutamaan? ›

Teori keutamaan memandang cara orang bersikap, seperti baik atau tidak, ramah atau tidak, jujur atau tidak, dan lain sebagainya. Keutamaan dalam teori ini diartikan sebagai watak yang diperoleh seseorang yang memungkinkannya bersikap baik secara moral.

Apa itu teori egoisme? ›

Egoisme psikologis adalah suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri (selfish).

Apa yang dimaksud dengan teori utilitarianisme? ›

Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan.

Apa saja prinsip utama etika profesi? ›

Empat hal yang merupakan prinsip-prinsip etika profesi adalah otonomi, integritas moral, keadilan, dan tanggung jawab.

Apa yang dimaksud dengan etika absolut dan etika relatif? ›

Jawaban. Jawaban: Relatif adalah paham yg percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat tdk mutlak, mulai dari pengetahuan maupun prinsip. * Absoulutisme etika atau absolut adalah paham etika yg menekankan bahwa prinsip moral itu universal berlaku untuk siapa saja dan dimana saja.

Videos

1. Pengantar Filsafat Etika
(Badrul Munir Chair)
2. IPA - 5.3 - ETIKA LINGKUNGAN
(GUREK)
3. Apakah Kepribadian dan Sifat Manusia Bisa Diubah? (Belajar Psikologi: Seri Teori Kepribadian)
(Satu Persen - Indonesian Life School)
4. Filsafat Etika: Aristoteles Nicomachean Ethics 1
(Berfilsafat Berteologi)
5. TEORI PERILAKU KONSUMEN (PENJELASAN LENGKAP)
(Roeang Belajar)
6. KONSPIRASI 5-MINUTE CRAFTS!! | #NERROR
(Nessie Judge)

Top Articles

Latest Posts

Article information

Author: Ray Christiansen

Last Updated: 12/03/2022

Views: 6440

Rating: 4.9 / 5 (69 voted)

Reviews: 84% of readers found this page helpful

Author information

Name: Ray Christiansen

Birthday: 1998-05-04

Address: Apt. 814 34339 Sauer Islands, Hirtheville, GA 02446-8771

Phone: +337636892828

Job: Lead Hospitality Designer

Hobby: Urban exploration, Tai chi, Lockpicking, Fashion, Gunsmithing, Pottery, Geocaching

Introduction: My name is Ray Christiansen, I am a fair, good, cute, gentle, vast, glamorous, excited person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.