PERAN DAN FUNGSI KODE ETIK PROFESI MATA KULIAH : ETIKOLEGAL DALAM PRAKTIK KEBIDANAN (2022)



BAB I

PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

Etika diperlukan dalampergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hinggapergaulan hidup tingkat internasional. Etika merupakan suatu sistem yangmengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulantersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun,tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untukmenjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang,tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agarperbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlakudan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasaritumbuh kembangnya etika di masyarakat.

Menurut para ahli etika tidak lain adalah aturan perilaku, adat kebiasaanmanusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar danmana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal darikata Yunani ”ethos” yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidahdan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etikamemberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaiantindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikapdan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnyamembantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kitalakukan dan yang perlu kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkandalam segala aspek atau sisi kehidupan manusia.

Begitu halnya dengan profesi kebidanan, diperlukan suatu petunjuk bagianggota profesi tentang bagaimana mereka harus menjalankan profesinya, yaituketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anggotaprofesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya melainkan jugamenyangkut tingkah laku dalam pergaulan sehari-hari dimayarakat, yang dalam halini kode etik profesi kebidanan.Perkembangan teknologi kesehatan yang semakinpesat, khususnya bidang kebidanan telah mempengaruhi peran bidan dalam praktikkebidanan. Setiap peran mengemban tanggung jawab dan cukup sulit bagi bidanmemikul semua tanggung jawab itu.

B. RumusanMasalah

v Apa yang di maksud dengan etika?

v Apa yang di maksud dengan kode etik profesi?

v Apa tujuan kode etik?

v Apa fungsi dari kode etik?

v Apa saja prinsip dan dimensi dari kode etik?

v Bagaimana penentuan kode etik profesi bidan di Indonesia?

v Apa saja peran dan tugas bidan berdasar etik dan kode etikprofesinya?

C. Tujuan

v Tujuan Khusus

Mahasiswa dapat mengetahui, mengertidan menjelaskan peran dan tugas bidan berdasar etik dan kode etik profesi.

v Tujuan Umum

1. Mahaisiwa dapat mengetahui danmenjelaskan apa yang di makasud dengan etika.

2. Mahasiswa dapat mengetahui danmenjelaskan apa yang di maksud dengan kode etik.

3. Maahasiswa dapat mengetahui danmenjelaskan tujuan dari adanya kode etik.

4. Mahasisiwa dapat mengetahui danmenyebutkan apa saja yang menjadi prinsip dan dimensi kode etik.

5. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimanapenentuan kode etik profesi bidn Indonesia.

6. Mahasiswa dapat mengetahui dan menjelaskanapa saja peran dan tugas bidan yang di lakukan berdasar etik dan kode etikprofesinya.


BAB II

PEMBAHASAN

A. ETIKA

v Definisi Etika

Etikadiartikan"sebagaiilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidupmanusia khususnya perbuatanmanusia yang didorong oleh kehandak dengan didasaripikiran yang jernih denganpertimbangan perasaan".

Menurutkamus bahasa Indonesia (poerwadarminta ,1953)Etikaartinya ilmu pengetahuan ttgazas akhlak (moral).

Menurutkamus besar bahasa Indonesia (Depdikbud,1988) etika mengandung arti :

1. Ilmuttg apa yg baik dan apa yg buruk ttg hak dan kewajiban moral.

2. Kumpulanazas atau nilai yg berkenaan dgn akhlak.

3. Nilaimengenai benar dan salah yg dianut suatu golongan atau masyarakat .

Etikmerupakan bagian dari filosofi yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalammenghargai suatu tindakan apakah benar atau salah dan apakah penyelesaiannyabaik atau salah (Jones, 1994). Penyimpangan mempunyai konotasi yang negatifyang berhubungan dengan hukum. Seorang bidan dikatakan profesional bila iamempunyai etika. Semua profesi kesehatan memiliki etika profesi, namun demikianetika dalam kebidanan mempunyai kekhususan sesuai dengan peran dan fungsinyaseorang bidan bertanggung jawab menolong persalinan. Dalam hal ini bidanmempunyai hak untuk mengambil keputusan sendiri yang berhubungan dengantanggung jawabnya. Untuk melakukan tanggung jawab ini seorang bidan harusmempunyai pengetahuan yang memadai dan harus selalu memperbaharui ilmunyadan mengerti tentang etika yang berhubungan dengan ibu dan bayi.

v Istilah dalam Etika

Sebelummelihat masalah etik yang mungkin timbul dalam pelayanan kebidanan, maka adabaiknya dipahami beberapa istilah berikut ini:

1. Legislasi (Lieberman, 1970 )

Ketetapanhukum yang mengatur hak dan kewajiban seseorng yang berhubungan erat dengantindakan.

2. Lisensi

Pemberianijin praktek sebelum diperkenankan melakukan pekerjaan yang telah ditetapkantujuannya untuk membatasi pemberian kewenangan dan untuk meyakinkan klien.

3. Deontologi/tugas

Keputusanyang diambil berdasarkan keterkaitan atau hubungan dengan tugas dalampengambilan keputusan, perhatian utama pada tugas.

4. Hak

Keputusanberdasarkan hak seseorang yang tidak dapat diganggu. Hak berbeda dengan keinginan,kebutuhan dan kepuasan.

5. Instusionist

Keputusandiambil berdasarkan pengkajian dari dilema etik dari kasus per kasus. Dalamteori ini ada beberapa kewajiban dan peraturan yang sama pentingnya.

6. Beneficience

Keputusanyang diambil harus selalu menguntungkan klien.

7. Mal-eficience

Keputusanyang diambil merugikan pasien.

(Video) Etikolegal Dalam Praktik Kebidanan "PENJELASAN KODE ETIK PROFESI KEBIDANAN"

8. Malpraktek/lalai

· Gagal melakukan tugas atau kewajibankepada klien.

· Tidak melaksanakan tugas sesuaidengan standar.

· Melakukan tindakan yang mencederaiklien.

· Klien cedera karena kegagalanmelakukan tugas.

Malpraktekterjadi karena :

· Ceroboh

· Lupa

· Gagal mengkomunikasikan

B. KODE ETIK PROFESI

v Pengertian Kode Etik Profesi

Kode etik adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap profesidalam melaksanakan tugas profesinya dan hidupnya di masyarakat. Norma tersebutberisi petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka menjalankanprofesinya dan larangan, yaitu ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak bolehdiperbuat atau dilaksanakan oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankantugas profesinya melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalampergaulan sehari-hari di masyarakat.

v Kode Etik Bidan

Kode etik kebidanan merupakan suatu pernyataan komprehensif profesi yangmenuntut bidan melaksanakan praktik kebidanan baik yang berhubungan dengankesejahteraan keluarga, masyarakat, teman sejawat, profesi dan dirinya.Penetapan kode etik kebidanan harus dilakukan dalam Kongres Ikatan BidanIndonesia (IBI).

Kode etik bidan pertam kali disusun pada tahun 1986 dan disahkan dalamKongres Nasional IBI X tahun 1988. Petunjuk pelaksanaan kode etik bidandisahkan dalam Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) IBI tahun 1991. Kode etik bidansebagai pedoman dalam berperilaku, disusun berdasarkan pada penekanankeselamatan klien.

v Tujuan Kode Etik

Pada dasarnya tujuan menciptakan atau merumuskan kode etik suatu profesiadalah untuk kepentingan anggota dan kepentingan organisasi, tetapi secara umumtujuan menciptakan kode etik adalah sebagai berikut :

1.Untuk Menjunjung Tinggi Martabat dan Citra Profesi

Dalam hal ini yang dijaga adalah ”image” dari pihak luar atau masyarakat,mencegah orang luar memandang rendah atau ”remeh” suatu profesi. Oleh karenaitu setiap kode etik suatu profesi akan melarang berbagai bentuk tindak tandukatau kelakuan anggota profesi yang dapat mencemarkan nama baik profesi di dunialuar.Dari segi ini kode etik juga disebut ”kode kehormatan”.

2.Untuk Menjaga dan Memelihara Kesejahteraan Para Anggota

Yang dimaksud kesejahteraan disini ialah kesejateraan materiil dan spiritualatau mental. Dalam hal kesejateraan materiil anggota profesi, kode etik umumnyamenetapkan larangan-larangan bagi anggotanya untuk melakukan perbuatan yangmerugikan kesejahteraan. Kode etik juga menciptakan peraturan-peraturan yang ditunjukan kepada pembatasan tingkah laku yang tidak pantas atau tidak jujur paraanggota profesi dalam interaksinya dengan sesama anggota profesi.

3.Untuk Meningkatkan Pengabdian Para Anggota Profesi

Dalam hal ini kode etik juga berisi tujuan pengabdian profesi tertentu,sehingga para anggota profesi dapat dengan mudah mengetahui tugas dan tanggungjawab pengabdian profesinya. Oleh karena itu kode etik merumuskanketentuan-ketentuan yang perlu dilakukan oleh para anggota profesi dalammenjalankan tugasnya.

4.Untuk Meningkatkan Mutu Profesi

Kode etik juga memuat tentang norma-norma serta anjuran agar para profesiselalu berusaha untuk meningkatkan mutu profesi sesuai dengan bidangpengabdiannya. Selain itu kode etik juga mengatur bagaimana cara memelihara danmeningkatkan mutu organisasi profesi. Dari uraian diatas, jelas bahwa tujuansuatu profesi menyusun kode etik adalah untuk menjunjung tinggi martabatprofesi, menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota, meningkatkanpengabdian anggota, dan meningkatkan mutu profesi serta meningkatkan mutuorganisasi profesi.

v FungsiKode Etik

Kode etik memiliki beberapa fungsi, yaitu :

1.Memberipanduan dalam membuat keputusan tentang masalah etik.

2.Menghubungkannilai atau norma yang dapat diterapkan dan dipertimbangkan dalam memberipelayanan.

3.Merupakancara untuk mengevaluasi diri.

4.Menjadilandasan untuk memberi umpan balik bagi rekan sejawat.

5.Menginformasikankepada calon perawat dan bidan tentang nilai dan standar profesi.

6.Menginformasikankepada profesi lain dan masyarakat tentang nilai moral.

v Prinsipdan Dimensi Kode Etik

Prinsip kode etik meliputi :

1. Menghargai Otonomi.

2. Melakukan tindakan yang benar.

3. Mencegah tindakan yang dapat merugikan.

4. Memberlakukan manusia dengan adil.

5. Mejelaskan dengan benar.

6. Menepati janji yang telah di sepakati.

7. Menjaga Kerahasiaan.

Dimensi kode etik meliputi :

1.Anggotaprofesi dan Klien/ Pasien.

2.Anggota profesi dan sistem kesehatan.

3.Anggotaprofesi dan profesikesehatan.

4.Anggotaprofesi dan sesamaanggotaprofesi.

v Penetapan Kode Etik

Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh organisasi untuk para anggotanya.Kode etik suatu organisasi akan mempunyai pengaruh yang kuat dalam menegakkandisiplin di kalangan profesi, jika semua individu yang menjalankan profesi yangsama tergabung dalam suatu organisasi profesi. Jika setiap orang yangmenjalankan suatu profesi secara otomatis tergabung dalam suatu organisasi atauikatan profesi, barulah ada jaminan bahwa profesi tersebut dapat dijalankansecara murni dan baik, karena setiap anggota profesi yang melakukan pelanggaranterhadap kode etik dan dikenai sanksi.

v Pembentukan Kode Etik Bidan Di Indonesia

Seperti yang sudah di sebutkan di atas, kode etik bidan pertama kalidisusun pada tahun 1986 dan disahkan dalam Kongres Nasional IBI X tahun1988. Petunjuk pelaksanaan kode etik bidan disahkan dalam Rapat Kerja Nasional(RAKERNAS) IBI tahun 1991. Kode etik bidan sebagai pedoman dalam berperilaku,disusun berdasarkan pada penekanan keselamatan klien.

Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa dan didorong oleh keinginan luhur demitercapainya :

1.MasyarakatIndonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar1945.

(Video) etikolegal dalam pelayanan kebidanan - issue etik

2.Pembangunanmanusia Indonesia seutuhnya.

3.Tingkatkesehatan yang optimal bagi setiap warga negara Indonesia.

Maka Ikatan Bidan Indonesia sebagaiorganisasi profesi kesehatan yang menjadi wadah persatuan dan kesatuan parabidan di Indonesia menciptakan Kode Etik Bidan Indonesia yang disusun atasdasar penekanan keselamatan klien diatas kepentingan lainnya.

Terwujudnya kode etik ini merupakanbentuk kesadaran dan kesungguhan hati dari setiap bidan untuk memberikan pelayanankesehatan secara professional dan sebagai anggota tim kesehatan demitercapainya cita-cita pembangunan nasional dibidang kesehatan pada umumnya,KIA/KB dan Kesehatan Keluarga pada khususnya.Mengupayakan segala sesuatunyaagar kaumnya pada detik-detik yang sangat menentukan pada saat menyambutkelahiran insan generasi secara selamat, aman dan nyaman merupakan tugassentral dari para bidan.

Menelusuri tuntutan masyarakatterhadap pelayanan kesehatan yang terus meningkat sesuai dengan perkembanganzaman dan nilai-nilai sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat, sudahsewajarnya kode etik bidan ini berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar1945 sebagai landasan ideal dan garis-garis Besar Haluan Negara sebagailandasan operasional.Sesuai dengan wewenang dan peraturan kebijaksanaan yangberlaku bagi bidan, kode etik ini merupakan pedoman dalam tata cara dankeselarasan dalam pelaksanaan pelayanan professional.Bidan senantiasa berupayamemberikan pemeliharaan kesehatan yang komprehensif terhadap ibu hamil, ibumenyusui, bayi dan balita pada khususnya, sehingga mereka tumbuh berkembangmenjadi insan Indonesia yang sehat jasmani dan rohani dengan tetapmemperhatikan kebutuhan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga dan masyarakatpada khususnya.

v Tujuh BabKode Etik Bidan di Indonesia

Berikutadalah kode etik profesi bidan di Indonesia :

BAB I.KEWAJIBAN TERHADAP KLIEN DAN MASYARAKAT

1.Setiap bidansenantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannyadalam melaksanakan tugas pengabdiannya.

2.Setiap bidandalam menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabatkemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan.

3.Setiap bidandalam menjalankan tugasnya senantiasa berpedoman pada peran, tugas dan tanggungjawab sesuai dengan kebutuhan klien, keluarga dan masyarakat.

4.Setiap bidandalam menjalankan tugasnya mendahulukan kepentingan klien, menghormati hakklien dan menghormati nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.

5.Setiap bidandalam menjalankan tugasnya senantiasa mendahulukan kepentingan klien, keluargadan masyarakat dengan indentitas yang sama sesuai dengan kebutuhan berdasarkankemampuan yang dimilikinya.

6.Setiap bidansenantiasa menciptakan suasana yang serasi dalam hubungan pelaksanaan tugasnya,dengan mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannyasecara optimal.

BAB II.KEWAJIBAN TERHADAP TUGASNYA

1.Setiap bidansenantiasa memberikan pelayanan paripurna kepada klien, keluarga dan masyarakatsesuai dengan kemampuan profesi yang dimilikinya berdasarkan kebutuhan klien,keluarga dan masyarakat.

2.Setiap bidanberhak memberikan pertolongan dan mempunyai kewenangan dalam mengambilkeputusan dalam tugasnya termasuk keputusan mengadakan konsultasi dan ataurujukan.

3.Setiap bidanharus menjamin kerahasiaan keterangan yang dapat dan atau dipercayakankepadanya, kecuali bila diminta oleh pengadilan atau diperlukan sehubungandengan kepentingan klien.

BAB III. KEWAJIBAN BIDAN TERHADAPSEJAWAT DAN TENAGA KESEHATAN LAINNYA

1.Setiap bidanharus menjalin hubungan yang dengan teman sejawatnya untuk menciptakan suasanakerja yang serasi.

2.Setiap bidandalam melaksanakan tugasnya harus saling menghormati baik terhadap sejawatnyamaupun tenaga kesehatan lainnya.

BAB IV.KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP PROFESINYA

1.Setiap bidanharus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya denganmenampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelayanan yang bermutukepada masyarakat.

2.Setiap bidanharus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinyasesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3.Setiap bidansenantiasa berperan dalam kegiatan penelitian dan kegiatan sejenisnya yangdapat meningkatkan mutu dan citra profesinya.

BAB V.KEWAJIBAN BIDAN TERHADAP DIRI SENDIRI

1.Setiap bidanharus memelihara kesehatannya agar dapat melaksanakan tugas profesinya denganbaik.

2.Setiap bidanseyogyanya berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sesuaidengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

BAB VI.KEWAJIBAN BIDAN TERHADPA PEMERINTAH NUSA,BANGSA DAN TANAH AIR

1.Setiap bidandalam menjalankan tugasnya senantiasa melaksanakan ketentuan-ketentuan pemerintahdalam bidang kesehatan khususnya dalam pelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga.

2.Setiap bidanmelalui profesinya berpartisipasi dan menyumbangkan pemikirannya kepadapemerintah untuk meningkatkan mutu jangkauan pelayanan kesehatan terutamapelayanan KIA/KB dan kesehatan keluarga.

BAB VII.PENUTUP

Setiap bidan dalam melaksanakantugasnya sehari-hari senantiasa menghayati dan mengamalkan Kode Etik BidanIndonesia.

C. PERAN DANTUGAS BIDAN BERDASARKAN ETIK DAN KODE ETIK PROFESI

Dalammengadaptasi teori etika seorang bidan harus mampu menyesuaikan dengan keadaandirinya dan berlandaskan pada kode etik dan standar profesi. Bidan tidak dapatmemaksakan untuk mengadapatasi suatu teori etika secara kaku, karena hal iniakan merugikan bidan itu sendiri.Bidan harus menilai kemampuan dirinya dalammelakukan sesuatu namun tidak menyimpang dari prinsip pelayanan, yaitu berusahamengutamakan keselamatan ibu, bayi dan kelurga. Contohnya ketika seorang bidandesa harus menolong persalinan, disaat jadual pemeriksaan kehamilan, selain ituada beberapa ibu yang memerlukan pelayanan KB dan asuhan BBL. Maka kemungkinanbesar ia hanya dapat mencoba menghasilkan yang terbaik bagi semua orang sesuaikemampuannya.

Sebagaipendidik, bidan harus memberikan pengajaran yang jelas, tidak bias. Akantetapi, bidan harus menghindari kecenderungan untuk menciptakan bidan kaku(tidak mengikuti informasi terkini dari literature yang jelas tentangperkembangan pelayanan kebidanan) sehingga akan menimbulkan sikap “sok tau”.Contohnya pada saat menolong persalinan mahasiswa bidan diajarkan untuk tidakmelakukan episiotomi.

Jika polapengajaran tidak tepat mahasiswa akan sepenuhny menyerap materi tersebut,akibatnya, ia tidak akan melakukan episiotomi tanpa melihat ada tidaknyaindikasi.

Sebagaikonselor bidan harus menjelaskan tentang tindakan yang akan diberikan kepadaklien dengan jelas, contohnya seorang ibu datang ke bidan yang ingin menjadiakspetor KB IUD namun timbul ketakutan akibat rumor negatif yang beredardimayarakat tentang IUD. Masalah etika yang timbul yaitu ketika bidan tidakdapat menjelaskan dengan baik, sehingga pandangan klien tentang IUD tidakberubah dan mengurungkan niatnya untuk menjadi akseptor KB.

Bidan jugadapat berperan sebagai teman, sehingga klien merasa nyaman ketika menerimapelayanan yang diberikan kepada kien, namun peran sebagai teman juga harusmemiliki batasannya. Sikap professional terhadap klien harus dijaga, sehinggaklien dan keluarganya memandang bidan sebagai orang yang berwibawa dan mampumengendalikan diri sehingga mampu melindungi kliennya. Peran dosen bidansebagai teman juga diperlukan, sehingga siswa tidak merasa sungkan dalam prosesbelajar mengajar.

Namunlagi-lagi- peran sebagai teman tetap ada batasnya, jangan sampai penilaianterhadap mahasiswa menjadi subyektif, ketika mahasiswa bidan melakukan suatukesalahan dosen bidan menutupi kesalahan mahasiswanya karena kedekatan yangberlebihan.

Etikaberperan dalam penelitian kebidanan, contohnya dahulu praktik kebidanan masihbanyak berdasar kebiasaan atau dogma, dengan kemajuan zaman praktik yangseperti itu tidak dapat dilaksanakan lagi, tetapi dituntut praktik yangprofessional berdasarkan pada hasil penelitian. Bidan mungkin banyak terlibatdalam penelitian baik sebagai subyek maupun subyek penelitian. Sehingga bidanperlu mengetahui tentang etika penelitian, demi kepentingan melindungi klien,institusi tempat praktik dan diri sendiri. Bidan wajib mendukung penelitianyang bertujuan memajukan ilmu pengetahuan kebidanan. Bidan harus siap mengadakanpenelitian dan siap untuk memberikan pelayanan pada hasil penelitian.

v Peran Bidan

Dalam dunia profesi, istilah tanggung jawab moral disebut etikadan selama menjalankan perannya, bidan sering kali bersinggungan dengan masalahetika. Pada umumnya, bidan memiliki tiga peran yang dilakukan berdasar padaetik dan kode etik profesi bidan, yaitu bidan sebagai pengelola/pelaksana,bidan sebagai pendidik, dan bidan sebagai peneliti.Menurut jones ( 2000 ),bidan secara menyeluruh memiliki peran sebagai praktisi, pendidik, konselor,penasihat, advokat, peneliti dan pengelola.

1.SebagaiPraktisi

Dalam menjalankan perannya sebagai praktisi selain berpegang teguh padakode etik dan standar profesi, ada beberapa hal yang menjadi pegangan bidan,antara lain :

·Hati nurani.

Bidan harus menjadikan hati nuraninya sebagai pedoman. Hati nurani mengetahuiperbuatan individu yang melanggar etika atau sesuai etika. Pelanggaran etikaoleh bidan dapat bersifat fisik ataupun secara verbal.

·Teori etika.

Untuk memecahkan suatu masalah dalam situasi yang sulit, bidan dapatberpegang pada teori etika. Sekalipun teori ini telah tua, namun masih relevankarena selalu disesuaikan dengan perkembangan saat ini, seperti teori ImmanuelKant yang menyatakan bahwa sikap menjunjung tinggi prinsip autonomi adalahpenting dan teori ini sangat relevan bila diterapkan dalam praktik kebidanan.

2.SebagaiPendidik

Dalam menjalankan perannya sebagai pendidik, bidan bertanggung jawab untukmemberi pendidikan kepada :

·Orang tua.Bidan harus berperan aktif dalam mendidik atau mengajarkan keterampilanperawatan bayi dan promosi kesehatan kepada ibu, suami ( pasangannya ) dananggota keluarga yang lain.

·Mahasiswabidan. Bidan bertanggung jawab dalam memberi pendidikan kepada mahasiswabidan agar terampil dan memiliki pengetahuan baru.

(Video) etikolegal dalam pelayanan kebidanan - peran dan tugas bidan

Pada dasarnya, tujuan utama peranpendidik yang dimiliki bidan adalah memberdayakan orang tua dan mahasiswa agarmereka memiliki keterampilan dan dalat menerapkan keterampilan tersebut secaramandiri sehingga terciptanya autonomi pribadi.

3.SebagaiKonselor

Peran bidansebagai konselor mencakup pemberian informasi dan penjelasan, termasukmendengarkan dan membantu klien serta keluarganya memahami berbagaimasalah yang ingin mereka ketahui. Bidan bertanggung jawab memberiinformasi terkini dan menyampaikannya dalam bahasa yang dipahamioleh klien dan keluarganya.

Masalahetika yang biasanya muncul saat bidan menjalankan perannya sebagai konseloradalah sebagai berikut :

·Memaksaklien membuka rahasia yang enggan ia ceritakan pada saat konseling.

·Memberiinformasi yang secara tidak langsung ” menggiring ” klien mengambil keputusanyang menurut bidan adalah keputusan terbaik.

4.SebagaiPenasihat

Dalammenjalankan peran sebagai penasihat, bidan harus dapat membatasi diri jikaingin tetap menghargai autonomi klien.. Klien membutuhkan informasi yangmemadai agar dapat membuat keputusan dan terus mengendalikan dirinya sendiri.Akan tetapi, sangat sulit bagi bidan untuk menahan diri tidak memberi nasihat (sekalipun tidak diminta ) berdasarkan pengalamannya menghadapi berbagai kliendan teman sejawat. Hal ini akan menghambat klien dalam menentukan pilihannyasendiri.

5.SebagaiAdvokat

Peran bidandalam memberi advokasi sangat penting, khususnya ketika klien menolakpersetujuan atas tindakan medis yang sebenarnya dapat mencegah terjadinyakematian atau kesakiitan klien itu sendiri. Dalam hal ini bidan harus berperansebagai advokat dengan memberi penjelasan dan doronngan ( bukan paksaan )kepada klien mengenai sisi positif dan negatif dari keputusan yang diambil.

6.SebagaiPeneliti

Peran bidansebagai peneliti sejalan dengan salah satu pasal dalam kode etik bidan yangmenyatakan :

”Bidan harusberkembang dan memperluas pengetahuan kebidanannya melalui berbagai prosesseperti diskusi dengan rekan sejawat dan penelitian”.

Sudah jelasbahwa penelitian bukan lagi merupakan pilihan, namun tanggung jawab etik bidan.Bidan mungkin banyak terlibat dalam penelitian baik sebagai subyek maupun obyekpenelitian.

7.SebagaiPengelola

Sebagai pengelola, bidan bertanggung jawab mengambil keputusan sosial danetik, memberi rumusan kebijakan dan praktik, membantu pengawasan dan alokasisumber pendapatan, memperhatikan aspek kejujuran, perhatian terhadap orang laindan mendukung serta berperan penting dalam pilihan etik.Bidan pengelola jugamempunyai tanggung jawab untuk menjaga biaya pelayanan tetap minimal secaraefisien dan efektif dengan tetap mempertahankan kualitas pelayanan.Denganpenjabaran diatas, maka dalam kesempetan kali ini akan dipaparkan mengenaikajian kode etik dan kode etik profesi bidan.

v Tugas Bidan

Dalam menjalankan praktiknya, ada 3 pengelompokan tugas bidan yangdilakukan berdasar pada etik dan kode etik profesi, yaitu :

1.TugasMandiri

a)MenerapkanManajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang di berikan.

b)Memberikanpelayanan dasar pada anak remaja & wanita pra nikah dengan melibatkanklien.

c)Memberikanasuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal.

d)Memberikanasuhan kebidanan keoada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien dankelurga.

e)Memberikanasuhan kebidanan pada BBL

f)Memberikanasuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien dankeluarga.

g)Memberikanasuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan kluargaberencana.

h)Memberikanasuhan kebidanan pada wanita gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masaklimakternium dan menopause.

i)Memberikanasuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan keluarga.

2.TugasKoaborasi

a)Menerapkanmanajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesua fungsi kolaborasi denganmelibatkan klien dan keluarga.

b)Memberikanasuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi & pertolongan pertamapada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi.

c)Memberikanasuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan resiko tinggi & keadaankegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi denganmelibatkan klien dan keluarga.

d)Memberikanasuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi &pertolongan pertama dalam keadaan kegawatan yang memerlukan pertolonganpertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga.

e)Memberikanasuhan kebidanan pada BBL dengan resiko tinggi yang mengalami komplikasi sertakegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi denganmelibatkan keluarga.

f)Memberikanaskeb pada balita dengan resiko tinggi yang mengalami komplikasi sertakegawatan yang memerlukan tindakan kolaborasi dengan melibatkan keluarga.

3.TugasRujukan

a)Menerapkanmanajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi keterlibatanklien dan keluarga.

b)Memberikanasuhan kebidanan melalui konsultasi & rujukan pada ibu hamil dengan resikotinggi & kegawatdaruratan.

c)Memberikanasuhan kebidanan melalui konsultasi & rujukan pada masa persalinan denganpenyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga.

d)Memberikanasuhan kebidanan melalui konsultasi & rujukan pada ibu dalam masa nifasdengan resiko tinggi & kegawat daruratan

e)Memberikanasuhan kebidanan pada BBL dengan kelaiana tertentu kegawatan yangmemerlukan konsultasi & rujukan dengan melibatkan keluarga.

f)Memberikanasuhan kebidanan pada anak balita dengan kelaiana tertentu & kegawatan yangmemerlukan konsultasi & rujukan dengan melibatkan keluarga.

v Bidan Sebagai Tenaga Profesional

1.Peran bidanProfessional

a.Pelaksana

b.Pengelola

c.Pendidik

d.Peneliti

2.PelayanProfessional

a.Berlandaskansikap dan kemampuan profesional

b.Ditujukanuntuk kepentingan yang menerima

c.Serasidengan pandangan dan keyakinan profesi

d.Memberikanperlindungan bagi anggota profesi

(Video) Konsep etika moral dalam praktik kebidanan

3.PerilakuProfesional

a.Bertindaksesuai dengan keahliannya dan didukung oleh pengetahuan dan pengalaman sertaketerampilan yang tinggi

b.Bermoraltinggi

c.Berlakujujur, baik kepada orang lain maupun kepada diri sendiri

d.Tidakmelakukan tindakan coba-coba yang tidak didukung ilmu pengetahuan profesinya

e.Tidakmemberikan janji yang berlebihan

f.Tidakmelakukan tindakan yang semata-mata didorong oleh pertimbangan komersial

g.Memegangteguh etika profesi

h.Mengenalbatas-batas kemampuan

i.Menyadariketentuan hukum yang membatasi geraknya

v Pengambilan Keputusan Yang Etis

Ciri keputusan yang etis:

1.Mempunyaipertimbangan tentang apa yang benar dan apa yang salah.

2.Seringmenyangkut pilihan yang sukar.

3.Tidakmungkin dielakan.

4.Dipengaruhioleh norma-norma, situasi, iman tabiat dan lingkungan sosial

Situasi:Mengapa kita perlu mengerti situasi?

1.Untukmenerapkan norma-norma terhadap situasi

2.Untukmelakukan perbuatan yang tepat dan berguna

3.Untuk mengetahuimasalah-masalah yang perlu diperhatikan

Bagaimanakita memperbaiki pengertian kita tentang situasi?

1.Melakukanpenyelidikan yang memadai

2.Menggunakansarana ilmiah dan keterangan para ahli

3.Kepekaanterhadap pekerjaan

4.Kepekaanterhadap kebutuhan orang lain

v Bidan Dan Rahasia Jabatan

Kerahasiaan merupakan satu prinsip penting dalam tugas tiap tenagakesehatan termasuk bidan. Kedudukan bidan di dalam sistem pelayanan kesehatantidak saja sebagai pemberi asuhan kebidanan, akan tetapi sering pula bidanmenjadi semacam “biceht vader” (tumpuhan permasalahan) dari klien maupunkeluarganya. Permasalahan ini dapat pula yang telah diamati sendiri oleh bidanpada waktu menolong persalinan di rumah dan/atau pada waktu melakukan kunjunganrumah. Data/informasi yang didapat bidan melalui anamnese klien di klinikmenjadi faktor rahasia pula dalam tugas bidan. Seorang wanita dalam keadaanhamil, melahirkan atau nifas, seringkali mendapat gangguan pada emosinya ataupada keadaan kesehatan mentalnya. Dalam keadaan seperti ini seringkali ia inginmencurahkan segala isi hatinya atau permasalahan dirinya secara pribadi maupundalam keluarga pada seseorang yang mau mendengarkannya. Biasanya orang tersebutadalah bidan, yang pada waktu-waktu tersebut adalah dekat dengan klien. Bidanharus tetap menghormati kepercayaan yang diberikan klien kepadanya dan memegangteguh kerahasiaan informasi yang didapat.

Ada kalanya informasi perlu dibuka kerahasiaan, yaitu sebagai contoh padapersidangan (hukum) bila bidan bertindak sebagai saksi dan informasi tertentudibutuhkan hakim sebagai bukti. Memegang kerahasiaan ditegaskan dalam PerMenkes No. 572/1996, ps.30, ad 2 b untuk bidan dan dalam UU Kes No.23/1992 bagisemua tenaga kesehatan.

v Kerahasiaan Dan Privacy

Ada dua halyang hampir sama yang harus dibedakan yaitu kerahasiaan dan privacy, sebagaiberikut.

Contoh dibawah ini menunjukkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari kerahasiaan dan privacysering dilanggar, walaupun contoh kasus ini sangat jarang terjadi.

Ø Seorang bidan (Betsy) melakukan pemeriksaan antenatalpada kunjungan pertama. Klien menceritakan bahwa ia pernah menggugurkankandungannya pada waktu yang lalu, tetapi tidak diketahui suaminya. Dan iameminta kepada Betsy agar tidak memberitahukan hal ini kepada suaminya.

Kemudianterjadilah peristiwa sebagai berikut:

Ø Bidan A memberitahukan hal tersebut kepada suamiwanita tersebut tanpa disengaja. Bidan dianggap melanggar kerahasiaan.

Ø Bila B yang membaca catatan perihal Betsy dari catatanyang ada di file Betsy pada pergantian dinas, juga termasuk melanggarkerahasiaan.

Ø Bidan B kemudian meninggalkan file Betsy di mejasehingga suami Betsy membuka dan membaca catatan B, Bidan B juga dianggapmelanggar privacy Betsy.

Bilakejadian diatas terjadi, Bidan A dan B sebenarnya tidak dapat dipersalahkanwalaupun mereka telah melanggar kerahasiaan dan privacy Betsy.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Etikasebagai salah satu cabang filsafat seringkali dianggap sebagai ilmu yangabstrak dan kurang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak uraian filsafatdianggap jauh dari kenyataan, tetapi setidaknya etika mudah dipahami secararelevan bagi banyak persoalan yang dihadapi. Etika sebagai filsafat moralmencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teoriyang berlaku tentang apa yang benar dan yang salah, baik atau buruk, yangsecara umum dapat dipakai sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadipedoman bagi tindakan manusia.

Etika tidaklepas dari kehidupan manusia, termasuk dalam profesi kebidanan membutuhkansuatu system untuk mengatur bidan dalam menjalankan peran dan fungsinya. Dalammenjalankan perannya bidan tidak dapat memaksakan untuk mengadapatasi suatuteori etika secara kaku, tetapi harus disesuaikan dengan situasi dan kondisiyang dihadapi saat itu dan berlandaskan pada kode etik dan standar profesi.

B. Saran

v BagiMahasiswi Calon Bidan

Sebagaimahasiswi calon bidan, sebaiknya harus mendalami etik dan kode etik profesiterlebih dahulu, agar dapat menerapkannya saat praktik, sehingga dapatmenghasilkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan optimal sesuai denganwewenang profesinya.

v Bagi ParaBidan

Sebagaiseorang bidan hendaknya selalu menerapkan dan menjadikan etik dan kode etikprofesi sebagai dasar dalam memberikan setiap pelayanan. Sehingga klien akanmerasa nyaman dengan pelayanan bidan dan akan segan dengan profesi bidan.

Daftar Pustaka

· Wahyuningsih,Heni Puji. 2007. Etika Profesi Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.

· Brownlee, M(1996) Pengambilan Keputusan Etis dan Faktor-faktor di dalamnya. PT BPK Gunung,Mulia, Jakarta.

· Frith, L(1996) Ethtes Midwifery. Issue in Contemporary Practice, Butterworth Heinemann.Oxfoed.

· Jones, S(1994) Ethtes in Midwifery, Mosby, London.

· http://yasintagirie.blogspot.com/2013/12/peran-dan-tugas-bidan-berdasarkan-etik.html

(Video) Kode Etik Profesi & Karakter Bidan Yang Dapat Meningkatkan Profesionalisme Dalam Praktik Kebidanan

FAQs

Apa saja peran dan fungsi bidan? ›

Bidan mempunyai tugas penting dalam konsultasi dan pendidikan kesehatan baik bagi wanita sebagai pusat keluarga maupun masyarakat umumnya, tugas ini meliputi antenatal, intranatal,postnatal, asuhan bayi baru lahir, persiapan menjadi orang tua, gangguan kehamilan dan reproduksi serta keluarga Page 2 berencana.

Apa saja kode etik bidan? ›

Kode etik yang berisi 7 bab yaitu:
  • Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir)
  • Kewajiban bidan terhadap tugasnya (3 butir)
  • Kewajiban bidan terhadap sejawat dan tenaga kesehatan lainya (2 butir)
  • Kewajiban bidan terhadap profesinya (3 butir)
  • Kewajiban bidan terhadap diri sendiri (2 butir)
Oct 19, 2021

Mengapa seorang bidan perlu mempelajari etika kebidanan? ›

Selain mempunyai pengetahuan dan keterampilan, agar dapat diterima dan dipercaya di masyarakat, bidan juga harus memiliki etika yang baik sebagai pedoman bersikap dan bertindak dalam memberikan suatu pelayanan, khususnya pelayanan kebidanan.

Apa itu isu etik dalam pelayanan kebidanan? ›

2) Issue etik dalam pelayanan kebidanan merupakan topik yang penting yang berkembang di masyarakat tentang nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan yang berhubungan dengan segala aspek kebidanan yang menyangkut baik dan buruknya.

Apa yang dimaksud peran bidan sebagai pelaksana? ›

Bidan sebagai pelaksana adalah bidan memiliki tiga kategori tugas yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi, dan tugas rujukan. Tugas Mandiri / Primer yaitu tugas yang menjadi tanggung jawab bidan sesuai kewenangannya, meliputi: Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan.

Apa saja peran bidan sebagai pengelola dalam pelayanan kebidanan? ›

Sebagai pengelola bidan memiliki 2 tugas, yaitu tugas pengembangan pelayanan dasar kesehatan dan tugas partisipasi dalam tim. a. Mengembangkan pelayanan dasar kesehatan. Bidan bertugas; mengembangkan pelayanan dasar kesehatan di wilayah kerja.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan kode etik profesi? ›

Kode etik profesi merupakan norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi, yang mengarahkan atau memberi petunjuk kepada anggotanya bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral profesi itu di mata masyarakat.

Kewajiban bidan ada berapa? ›

Kewajiban bidan terhadap profesinya yaitu a) setiap bidan harus menjaga nama baik dan menjunjung tinggi citra profesinya dengan menampilkan kepribadian yang tinggi dan memberikan pelatyanan yang bermutu kepada masyarakat, b) setiap harus senantiasa mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan profesinya sesuai dengan ...

Apa saja prinsip-prinsip dalam etika profesi? ›

Prinsip-Prinsip Etika Profesi
  • Prinsip otonomi. Prinsip pertama yang merupakan prinsip-prinsip etika profesi adalah prinsip otonomi. ...
  • Prinsip integritas moral. Prinsip kedua yang merupakan prinsip-prinsip etika profesi adalah prinsip integritas moral. ...
  • Prinsip keadilan. ...
  • Prinsip tanggung jawab.
Jan 4, 2022

Bagaimana penerapan etika dalam praktik kebidanan seperti dalam asuhan kebidanan? ›

ETIKA PELAYANAN KEBIDANAN

Menjaga otonomi dari setiap individu khususnya bidan dan klien. Menjaga kita untuk melakukan tindakan kebaikan dan mencegah tindakan yang merugikan atau membahayakan orang lain. Menjaga privacy setiap individu. Mengatur manusia untuk berbuat adil dan bijaksana sesuai dengan porsinya.

Mengapa etika profesi sangat penting untuk dipelajari? ›

Etika profesi penting karena merupakan sebuah pedoman dalam dinas, mengenai pelaksanaan tugas tanggung jawab dan pengabdian yang profesional ketika melaksanakan suatu tugas profesi,” tutur perawat yang sering disapa Mela ini.

Sebutkan langkah pencegahan masalah etik? ›

Pencegahan konflik etik dapat diatasi dengan cara: Inform consent. Negosiasi.
...
Langkah-langkah penyelesaian masalah :
  1. Melakukan penyelidikan yang memadai.
  2. Menggunakan sarana ilmiah dan keterangan para ahli.
  3. Memperluas pandangan tentang situasi.
  4. Kepekaan terhadap pekerjaan.
  5. Kepekaan terhadap kebutuhan orang lain.
Nov 5, 2017

Bagaimana cara menghadapi masalah etik moral dan dilema dalam praktik kebidanan? ›

Pilihan dapat diperluas dan menghindari konflik :
  1. Memberi informasi yang lengkap pada ibu,informasi yang jujur,tidak bias dan. ...
  2. Bidan dan tenaga kesehatan lain perlu belajar untuk membantu ibu. ...
  3. Untuk memegag kebijakan pelayanan kesehatan perlu. ...
  4. Menjaga fokus asuhan pada ibu dan evidence based,diharapkan konflik dapat.

Siapakah yang menginginkan agar bidan dapat melihat semua aspek praktik dalam memberikan asuhan pada wanita hamil dan pertolongan pada persalinan? ›

teori ella joy
  • Kelompok 3 : Astri Cahyani Intan Kurniawati Reni Devi N.S. Santi Marta K. ...
  • Dalam teori ini, Lenrman menginginkan agar bidan dapat melihat semua aspek praktik, memberikan asuhan pada wanita hamil, dan memberikan pertolongan pada persalinan.

Langkah langkah dalam pengambilan keputusan etis? ›

Pengambilan keputusan etis melibatkan proses penalaran etis yang di dalamnya mengolaborasi kesadaran moral dan kemampuan moral kognitif seseorang yang pada akhirnya diwujudkan di dalam proses tindakan sebagai bentuk implementasi keputusan yang diambil.

Apakah peran bidan sebagai pendidik? ›

Dalam Standar Praktek Kebidanan, fungsi bidan terkait dengan perannya sebagai pendidik dijabarkan secara rinci, mulai dari tahapan mengkaji kebutuhan pendidikan/ penyuluhan, menyusun rencana, melaksanakan, sampai pada proses evaluasi dan tahap domentasi hasil pendidikan/ penyuluhan kesehatan.

Berapa gaji seorang bidan? ›

Rata-rata gaji untuk a bidan adalah Rp 2.339.622 per bulan di Indonesia.

Apa fungsi dari kode etik profesi? ›

Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu, sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi.

Apa tujuan dan fungsi dari kode etik profesi? ›

Kode etik profesi adalah norma yang ditetapkan dan diterima oleh kelompok profesi yang mengarahkan dan memberi petunjuk kepada anggota bagaimana seharusnya berbuat dan sekaligus menjamin mutu moral profesi di mata masyarakat.

Mengapa kita perlu memiliki kode etik? ›

Kode etik disusun untuk memberikan batasan pada para profesional tentang tingkah laku yang etis. Diharapkan individu dengan profesi tertentu dapat berperilaku pantas.

Ada berapakah isi dari kode etik bidan Indonesia? ›

Kode Etik Bidan Indonesia mengandung beberapa kekuatan yang semuanya tertuang dalam mukadimah tujuan dan bab. Secara umum, Kode Etik tersebut berisi 7 Bab. Ketujuh bab tersebut dapat dibedakan atas tujuh bagian yaitu: Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat (6 butir)

Apa kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat? ›

1.Kewajiban bidan terhadap klien dan masyarakat

Setiap bidan senantiasa menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah jabatannya dalam melaksanakan tugas pengabdiannya. Setiap bidan dlm menjalankan tugas profesinya menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan yang utuh dan memelihara citra bidan.

Lingkup kewenangan bidan dalam praktik terdiri dari apa saja? ›

Pasal 18 Dalam penyelenggaraan Praktik Kebidanan, Bidan memiliki kewenangan untuk memberikan: a. pelayanan kesehatan ibu; b. pelayanan kesehatan anak; dan c. pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana.

Apa yang dimaksud dengan etika profesi dan berikan contohnya? ›

Secara umum, pengertian etika profesi adalah suatu sikap etis yang dimiliki seorang profesional sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam mengembang tugasnya serta menerapkan norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) dalam kehidupan manusia.

Apa saja yang harus dimiliki seseorang dalam etika profesional? ›

Dilansir dari Maxmanroe, ada 4 prinsip etika profesi, yaitu:
  • Prinsip tanggung jawab. ...
  • Prinsip keadilan. ...
  • 3. Prinsip otonomi. ...
  • Prinsip integritas moral. ...
  • Memastikan profesionalisme. ...
  • Meningkatkan tanggung jawab. ...
  • 3. Sistem kerja yang tertib. ...
  • Meningkatkan produktivitas dan efektivitas kerja.
May 23, 2022

Apa saja contoh penerapan kode etik dalam kehidupan sehari hari? ›

Yang termasuk dalam etika, yakni :
  • Jujur, tidak menipu, belas kasih terhadap sesama.
  • Berperilaku baik dengan menjauhi perbuatan yang salah.
  • Rukun.
  • Sabar.
  • Tidak egois atau mementingkan diri sendiri.
  • Gotong royong.
Mar 9, 2020

Apakah jenis pelayanan kebidanan yang dapat dipilih oleh klien? ›

Beberapa jenis pelayanan kebidanan yang dapat dipilih oleh pasien, antara lain :
  • Bentuk pemeriksaan ANC dan screening laboratorium ANC.
  • Tempat melahirkan.
  • Masuk kamar bersalin pada tahap awal persalinan 4. Didampingi waktu melahirkan.

Apa fungsi dan peran etika? ›

Fungsi etika adalah sebagai tempat mendapatkan orientasi kritis yang berhadapan dengan beragam kedaan moralitas yang membingungkan. Selain itu, etika juga berfungsi menunjukan adanya keterampilan intelektual. Keterampilan intelektual adalah sebuah keterampilan untuk berargumentasi dengan rasional dan kritis.

Mengapa sebuah profesi memerlukan sebuah etika profesi dalam menjaga profesionalismenya? ›

Untuk meningkatkan pelayanan profesi itu di atas keuntungan pribadi. Untuk menentukan standar baku bagi profesi. Untuk meningkatkan kualitas organisasi menjadi lebih profesional dan juga terjalin dengan erat.

Mengapa kita perlu mempelajari mata kuliah etika dan Tanggung Jawab profesi hukum? ›

Agar mahasiswa memahami tentang sekitar etika, moral dan tanggungjawab profesi hukum untuk nantinya bisa menjadi sarjana yang profesional dalam bidang hukum dan bisa mengimplementasikan dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan etika moral profesi hukum dalam bidang profesinya masing-masing.

Bagaimana cara mengatasi agar pelanggaran kode etik berkurang? ›

Cara mengatasi agar pelanggaran kode etik berkurang?
  1. Agar pelanggaran kode etik bisa berkurang, cara mengatasi yang paling tepat adalah memberikan sanksi yang memberatkan para pelanggar untuk memberikan efek jera yang tinggi.
  2. Kode etik adalah aturan yang mengikat suatu kelompok masyarakat tertentu dalam bertingkah laku.
Apr 9, 2021

Apakah peran bidan sebagai pendidik? ›

Dalam Standar Praktek Kebidanan, fungsi bidan terkait dengan perannya sebagai pendidik dijabarkan secara rinci, mulai dari tahapan mengkaji kebutuhan pendidikan/ penyuluhan, menyusun rencana, melaksanakan, sampai pada proses evaluasi dan tahap domentasi hasil pendidikan/ penyuluhan kesehatan.

Apa peran bidan dalam komunitas? ›

Seorang bidan dituntut mampu memberikan pelayanan yang bersifat individual maupun kelompok. Tanggung jawab bidan pada pelayanan kebidanan komunitas meliputi kemampuan memberikan penyuluhan dan pelayanan individu, keluarga, dan masyarakat.

Apa saja peran bidan dalam promosi kesehatan? ›

Bidan melakukan promosi kesehatan dengan memberikan motivasi kepada ibu hamil mengenai perilaku hidup bersih, pola makan yang baik, dan pemeriksaan kesehatan yang teratur, untuk menyiapkan kehamilan dan persalinan yang normal (Selatan, 2020).

Fungsi bidan ada berapa? ›

Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan risiko tinggi. Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas. Memelihara kesehatan ibu dalam masa menyusui. Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan prasekolah.

Berapa gaji seorang bidan? ›

Rata-rata gaji untuk a bidan adalah Rp 2.339.622 per bulan di Indonesia.

Bagaimana peran bidan dalam pemberdayaan masyarakat? ›

Peran bidan desa dalam perberdayaan masyarakat pada Desa Siaga adalah sebagai pendidik untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, memberikan arahan-arahan dan melakukan pelatihan kader tentang kegiatan-kegiatan Desa Siaga, sebagai penggerak, dilakukan bidan dengan memberikan motivasidan mengajar ...

Apa saja contoh promosi kesehatan pada ibu nifas? ›

Promosi Kesehatan pada Ibu Nifas meliputi Health education, personal hygiene, istirahat dan tidur pada ibu nifas. Dalam masa nifas, alat-alat genitalia interna maupun eksterna akan berangsur-angsur pulih seperti ke keadaan sebelum hamil.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan Promosi Kesehatan? ›

Pengertian promosi kesehatan yang tertuang dalam piagam ottawa ini kemudian diperbarui WHO menjadi: “Proses pemberdayaan rakyat (individu dan masyarakat) yang memungkinkan mereka mampu mengendalikan determinan-determinan kesehatan sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatannya ”.

Apa saja prinsip prinsip promosi kesehatan? ›

Prinsip promosi kesehatan di sini adalah masyarakat mampu untuk memiliki control terhadap determinan yang dapat memengaruhi kesehatan mereka. Sesuai dengan visi promosi kesehatan yaitu mau dan mampu memelihara serta meningkatkan kesehatannya, promosi kesehatan mempunyai misi utama untuk memampukan masyarakat.

Videos

1. Etikolegal dalam Praktik Kebidanan pertm 4
(Mufida Annisa R)
2. CONTOH SOAL BESERTA JAWABAN KODE ETIK DAN ETIKA PROFESI BIDAN
(wawasankebangsaan)
3. etikolegal dalam pelayanan kebidanan 7 bab dalam kode etik
(Hafid Sukma)
4. ETIKOLEGAL DALAM PELAYANAN KEBIDANAN - KODE ETIK PROFESI BIDAN - AKBID MUSLIMAT NU KUDUS
(Hafid Sukma)
5. PELANGGARAN KODE ETIK DAN HUKUM KESEHATAN-PROFESI BIDAN
(Gizi C 2018)
6. Tugas sebagai bidan berdasarkan etik dan kode etik profesi bidan
(Bidan Vera Papua)

Top Articles

Latest Posts

Article information

Author: Cheryll Lueilwitz

Last Updated: 09/12/2022

Views: 5864

Rating: 4.3 / 5 (54 voted)

Reviews: 85% of readers found this page helpful

Author information

Name: Cheryll Lueilwitz

Birthday: 1997-12-23

Address: 4653 O'Kon Hill, Lake Juanstad, AR 65469

Phone: +494124489301

Job: Marketing Representative

Hobby: Reading, Ice skating, Foraging, BASE jumping, Hiking, Skateboarding, Kayaking

Introduction: My name is Cheryll Lueilwitz, I am a sparkling, clean, super, lucky, joyous, outstanding, lucky person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.