Makalah tentang Etika, Etiket dan Estetika (2022)


I.PengertianEtika

Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyaibanyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang,kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti taetha yaitu adat kebiasaan.

Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi terbentuknyaistilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral.Jadi, secara etimologis (asal usul kata), etika mempunyai arti yaitu ilmutentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan (K.Bertens,2000).

Biasanya bila kita mengalami kesulitan untuk memahami arti sebuah katamaka kita akan mencari arti kata tersebut dalam kamus. Tetapi ternyata tidaksemua kamus mencantumkan arti dari sebuah kata secara lengkap. Hal tersebutdapat kita lihat dari perbandingan yang dilakukan oleh K. Bertens terhadap artikata ‘etika’ yang terdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama dengan KamusBahasa Indonesia yang baru. Dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama(Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari Bertens,2000), etika mempunyai artisebagai : “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”. Sedangkan kata‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan danKebudayaan, 1988 – mengutip dari Bertens 2000), mempunyai arti :

1.ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dankewajibanmoral (akhlak);
2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;
3. nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Dari perbadingan kedua kamus tersebut terlihat bahwa dalam Kamus BahasaIndonesia yang lama hanya terdapat satu arti saja yaitu etika sebagai ilmu.Sedangkan Kamus Bahasa Indonesia yang baru memuat beberapa arti. Kalau kita misalnyasedang membaca sebuah kalimat di berita surat kabar “Dalam dunia bisnis etikamerosot terus” maka kata ‘etika’ di sini bila dikaitkan dengan arti yangterdapat dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lama tersebut tidak cocok karenamaksud dari kata ‘etika’ dalam kalimat tersebut bukan etika sebagai ilmumelainkan ‘nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan ataumasyarakat’. Jadi arti kata ‘etika’ dalam Kamus Bahasa Indonesia yang lamatidak lengkap.

K. Bertens berpendapat bahwa arti kata ‘etika’ dalam Kamus Besar BahasaIndonesia tersebut dapat lebih dipertajam dan susunan atau urutannya lebih baikdibalik, karena arti kata ke-3 lebih mendasar daripada arti kata ke-1. Sehinggaarti dan susunannya menjadi seperti berikut :

1. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagiseseorang atau suatu kelompok dalammengatur tingkah lakunya.

Misalnya,jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha, etikaProtestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika sebagaiilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalamhidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial.

2. kumpulan asas atau nilai moral.

Yangdimaksud di sini adalah kode etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik

3. ilmu tentang yang baik atau buruk.

Etikabaru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan nilai-nilaitentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima dalam suatumasyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatupenelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan filsafatmoral.

II.PerananEtika

Perananetika bagi aktivitas mahasiswa yaitu menjadi landasan dalam melakukan kegiatanyang tetap mengacu atau melihat nilai-nilai dan norma-norma, sehingga segalaperbuatan dan tingkah laku kita dapat diterima masyarakat.

III.ContohKasus

Daripengertiandari etika, kami akan memberikan contoh kasus yang berhubungan dengan etika danmahasiswa. Peristiwa ini terjadi di Makasar, pelaku dari peristiwa ini adalahmahasiswa UMI (Universitas Muslim Indonesia) yang pada saat itu mengenakan jasalmamater berwarna hijau sedang berdemonstrasi. Para mahasiswa UMI tadiramai-ramai memukuli salah seorang professor yang saat itu dalam kondisi sakithendak diantar ke rumah sakit, hanya kerena anak beliau hendak memindahkanpagar penghalang jalan utama karena hendak buru-buru mengantar sang professorke rumah sakit. Memalukan! Mungkin itu yang Anda katakan ketika mengetahuiperistiwa yang melibatkan para mahasiswa ini. Dimanakah etika mereka semua?Apakah mereka berpikir apakah dampak yang akan mereka terima setelah merekamenganiaya perofessor itu?.

Para mahasiswa itu mengatasnamakan demokrasidalam melakukan tindakan itu, tapi apakah kebebasan berdemokrasi tidakmengindahkan makna dan peranan etika?.

IV.Peran dan Fungsi

Etika memiliki peranan ataufungsi diantaranya yaitu:

1. Dengan etika seseorang atau kelompok dapatmenegemukakan penilaian tentang perilaku manusia

2. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambubagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnyasebagai mahasiswa

3. Etika dapat memberikan prospek untukmengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang.

4. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasarbagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya.

5. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikapsopan, santun, dan dengan etika kitabisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat.

I

I.PengertianEtiket

Istilah etiket berasal dari kata Prancis etiquette, yang berarti kartuundangan, yang lazim dipakai oleh raja-raja Prancis apabila mengadakan pesta.Dalam perkembangan selanjutnya, istilah etiket berubah bukan lagi berarti kartuundangan yang dipakai raja-raja dalam mengadakan pesta. Dewasa ini istilahetiket lebih menitikberatkan pada cara-cara berbicara yang sopan, caraberpakaian, cara menerima tamu dirumah maupun di kantor dan sopan santun lainnya.Jadi, etiket adalah aturan sopan santun dalam pergaulan.

Dalam pergaulan hidup, etiket merupakan tata cara dan tata krama yangbaik dalam menggunakan bahasa maupun dalam tingkah laku. Etiket merupakansekumpulan peraturan-peraturan kesopanan yang tidak tertulis, namun sangatpenting untuk diketahui oleh setiap orang yang ingin mencapai sukses dalamperjuangan hidup yang penuh dengan persaingan.

Etiket juga merupakan aturan-aturan konvensional melalui tingkah lakuindividual dalam masyarakat beradab, merupakan tatacara formal atau tata kramalahiriah untuk mengatur relasi antarpribadi, sesuai dengan status socialmasing-masing individu. Etiket didukung oleh berbagai macam nilai, antara lain;

1. nilai-nilaikepentingan umum

2. nilai-nilai kehjujuran,keterbukaan dan kebaikan

3. nilai-nilai kesejahteraan

4. nilai-nilai kesopanan,harga-menghargai

5. nilai diskresi(discretion: pertimbangan) penuh piker. Mampu membedakan sesuatu yang patutdirahasiakan dan boleh dikatakan atau tidak dirahasiakan.

Diatas dikatakan bahwa etiket merupakan kumpulan cara dan sifatperbuatan yang lebnih bersifat jasmaniah atau lahiriah saja. Etiket juga seringdisebut tata krama, yakni kebiasaan sopan santun yang disepakati dalamlingkungan pergaulan antarmanusia setempat. Tata berarti adat, aturan, norma,peraturan. Sedangkan krama berarti sopan santun, kebiasaan sopan santun atautata sopan santun. Sedangkan etika menunjukkan seluruh sikap manusia yangbersikap jasmaniah maupun yang bersikap rohaniah. Kesadaran manusia terhadapkesadaran baik buruk disebut kesadaran etis atau kesadaran moral

.

II.Perananetiket

Peranan etiket yaitu menjadilandasan dalam melakukan kegiatan yang tetap mengacu atau melihat nilai-nilaidan norma-norma, sehingga tata aturan pergaulanyang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta anutan dalambertingkahlaku pada anggota masyarakat tersebut

.

III.Contoh

Sekretarisdalam melayani tamunya harus bersikap sopan dan ramah, menunjukkan muka yangmanis. Jika hal ini tidak dipatuhi, maka sekretaris dianggap telah melanggaretiket

.

IV.ManfaatEtiket

Manfaatberetiket yakni menjalin hubungan yang baik dengan tamu. Bila kita telahmenerapkan etiket dalam melayani tamu, maka tamu akan merasa dirinyadiperhatikan dan dihargai. Dengan demikian akan terjalin rasa saling menghargaidan hubungan baik pun akan terbina, antara lain:

1. Memupuk persahabatan, agar kita diterimadalam pergaulan.

2. Untuk menyenangkan serta memuaskan oranglain.

3. Untuk tidak menyinggung dan menyakitihati orang lain.

4. Untuk membina dan menjaga hubungan baik.

5. Membujuk serta mempertahankan klien lama.

I.Pengertian Estetika

Estetika adalah ilmu yang membahas tentangkeindahan, estetika disebut juga dengan filsafat keindahan (philosophy ofbeauty), yang berasal dari kata aisthetika atau aesthesis (Yunani) yang artinyahal-hal yang dapat dicerap denganindera atau cerapan indera. Estetika membahas halyang berkaitan dengan refleksi

kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatuyang disebut indah atau tidak indah. Dan keindahan meliputi : keindahan seni,keindahan alam, keindahan moral, dankeindahan intelektual

Keindahan secara murni, menyangkutpengalaman esotis seseorang dalam kaitannya dengan sesuatu yang dihayatinya.Sedangkan keindahan secara sempit menyangkut benda-benda yang dihayatinyamemalui indera. Ciri-ciri umum yangada pada semua benda dianggap indah dankemudian menyamakan ciri-ciri atau kualitas hakiki itu dengan pengertiankeindahan. Ciri umum tersebut adalah sejumlah kwalitas yang secara umum disebutunity, harmony, symmetry, balance,dan contrast. Ciri-ciri tersebut dapatdinyatakan bahwa keindahan merupakan satucermin dari unity, harmony, symmetry,balance, dan contrast dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata.

Namun demikian keindahan tidak hanyaterbatas pada seni dan alam tapi juga pada moral dan intelektual. Moral yangindah tentunya moral yang baik dan intelek yang indah adalah intelek yangbenar, karena bagus, baik, dan benar merupakan nilai positif yang salingterkait

II.Peranan Estetika

Sebagai pemikiran dasaruntuk menjadi pribadi yang tetap mengacu atau melihat nilai-nilai keindahansebagai anutan dalam bertingkah laku dan berpenampilan, sehingga dalam pergaulan bermasyarakat dapat diterima dandilihat baik

.

III.Contoh

Keindahan susunanbunyi-bunyi dan kata-kata dalam karya sastra, misalnya, mampu menimbulkan iramayang merdu, nikmat didengar, lancar diucapkan, menarik dan penuh pesona untukdidendangkan. Nilai estetis itu juga mampu memberi hiburan, kepuasan, kenikmatan, dan kebahagiaan batinketika karya sastra dibaca atau didengarkan ataupun diresapinya

.

IV.Fungsi

Mengembangkan estetika danmembangun negara untuk menuju ke peradaban masyarakat madani yang lebih ungguldan bermartabat. Membangun negara dan bangsa tidak hanya terbatas pada segifisik, seperti pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, waduk, aliran sungai,gedung-gedung perkantoran, dan perumahan-perumahan. Sekiranya perlu jugamembangun karakter bangsa dari segi mental spiritual agar masa depan bangsa dannegara menjadi lebih kokoh, lebih bermartabat, dan lebih beradab

You might also like

Latest Posts

Article information

Author: Rueben Jacobs

Last Updated: 08/07/2022

Views: 6539

Rating: 4.7 / 5 (57 voted)

Reviews: 80% of readers found this page helpful

Author information

Name: Rueben Jacobs

Birthday: 1999-03-14

Address: 951 Caterina Walk, Schambergerside, CA 67667-0896

Phone: +6881806848632

Job: Internal Education Planner

Hobby: Candle making, Cabaret, Poi, Gambling, Rock climbing, Wood carving, Computer programming

Introduction: My name is Rueben Jacobs, I am a cooperative, beautiful, kind, comfortable, glamorous, open, magnificent person who loves writing and wants to share my knowledge and understanding with you.